Banyak yang mengira dengan menumpuk kekayaan dan menguasai yang lain, mereka bisa bahagia. Sebenarnya itu adalah kualitas buruk dalam diri dan hasilnya adalah masalah bagi diri sendiri.
Meski begitu, bukanlah berarti kekayaan dan kekuasaan adalah hal tabu, tetapi kebahagiaan tak bisa disandarkan pada apapun yang bersifat material, apapun wujudnya.
Kebahagiaan ditemukan secara perlahan seiring peningkatan kualitas baik di dalam diri, seperti kesabaran, pengertian, penghargaan, cinta, welas asih, dan meminimalkan faktor mental yang mengganggu, termasuk kecemburuan, iri hati, dan ketidakpedulian. Latihannya seumur hidup. Tingkat pencapaiannya berbeda-beda tergantung seberapa besar kehendak melakukannya.
Kebahagiaan dipahami bersamaan dengan pemahaman mengenai akar penderitaan, yaitu “ego” atau pandangan keliru tentang diri. Adalah suatu keutamaan kalau mau terus berlatih memahami nir-ego.
Berbuat bajik dan melakukan hal-hal yang memberi manfaat bagi semua makhluk hidup adalah jalan menuju kebahagiaan. Mari meningkatkan sikap dan tingkah laku lebih menghargai, lebih mencintai, dan lebih welas asih terhadap sesama dan semua makhluk hidup.
(Dagpo Rinpoche)



0 comments:
Post a Comment